Dini Luthfiatsari

Review chapter 4 : Perspective on Internet Use: Access, Involvement an Interaction - Akses keterlibatan dalami nteraksi pengguna internet mengalami pertubuhan yang sagat pesat. Dalamperkembangannya, internet memberikan akses tiada batas bagi para penggunanya. Perhatian mendasar pertama adalah tentang akses, termasuk: siapa yang memiliki atau tidak memiliki akses ke internet, apa motivasi orang untuk menggunakan internet, hambatan/kendala apa yang ada untuk menggunakan internet, dan apa yang menjadi ciri orang-orang yang berhenti menggunakan internet (Katz dan Aspen).

Teknologi memberi dampak positif dan negative yaitu, kemudahannya dalam mengakses, sekaligus juga bisa menghalangi aksesnya. Hal ini, menimbulkan dua perspektif terhadap akses computer/internet.Yaitu, perspektif pesimis dan perspektif optimis.

Pesimis metentang akses internet berasal dari kekhawatiran tentang akses yang tidak sebanding, dan dengan demikian keuntungan yang tidak sebanding yang berasal dari manfaatnya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa warga minoritas seperti orang Afrika-Amerikadan non-Hispanik kulit putih sangat jauh dari mungkin untuk memiliki computer pribadi di rumah dan memiliki akses internet yang sangat sedikit dibandingkan warga kulit putih dan Asia dan denga ndemikian beberapa dari mereka (Africa&Non-White Hispanic) kehilangan kesempatan untuk menggunakan internet (neu et. Al, 199). Ada juga, perbedaan penggunaan di mana orang-orang terdidik menggunakan komputer untuk urusan pekerjaan, usaha pribadi, pendidikan dan alasan lain sedangkan mereka dengan pendidikan yang kurang dan juga generasi muda yang menggunakan computer hanya sekedar untuk hiburan dan atau untuk pendidikan computer (kursus).

Perspektif optimis tentang akses internet, memberikan akses yang tiada batas bagi para penggunanya, tidak memandang siapapun, dimanapun, dan kapanpun.Perkembangan internet memudahkan bagi para penggunanya.

Contohnya :

Kehadiran internet di kalangan masyarakat dengan segala kecanggihannnya membuat kita tekagum-kagum akan kemudahannya dalam mengakses segala informasi. Tetapi di sisilain dampak penggunaan internet, mempunyai sisi positif dan negative. Dalam hal ini sisi positif internet memberikan segala pengetahuan, informasi, memudahkan bagi penggunanya untuk mengakses berbagai macam content yang terdapat di internet, selain itu penggunaan internet kini telah dipermudah dalam mengaksesnyadimanpun dan kapanpun, tidak heran internet saat ini menjadikan kebutuhan bagi kehidupan manusia karena dengan berbagai kemudahannya dan kecanggihannya. Tetapi, tidak semua konten dalam internet memberikan dampak positif bagi masyarakat, penggunaan internet juga harus lebih jeli dalam mengaksesnya. Bagi orang dewasa mungkin sudah bisa lebih bijak dalam memilih, mengakses berbagai konten dalam internet.Tetapi bagi anak-anak yang baru belajar pengunaan internet harus diberikan arahan agar bijak dalam penggunaanya. Dalam hal ini dampak negative bagi anak-anak sangat berpengaruh dalam perkembangan kepribadian anak. Misalnya game online yang menyajikan berbagai adegan kekerasan. Apabila anak terus menerus bermain game online tersebut, dampaknya apabila anak sedang emosi mencontoh berbagai adegan kekerasan dalam game tersebut, bahkan bisa melakukannya dengan teman sebayanya. Di Indonesia, kerap terjadi hal demikian. Oleh sebab itu peran orang tua dalam mendidik anak agar bijak menggunakan internet sangatlah diperlukan.

Rojas et.al (2004) mengidentifikasi adanya penyebab lain yang mempengaruhi kesenjangan penggunaan media digital, seperti keterkaitan antara ekonomi, budaya, etnis, jenis kelamin dan usia. Seringkali, individu yang berada dalam suatu persaingan atau suatu lingkungan yang berpengaruh (sepertikeluarga, teman, lingkungan sekitar, pendidikan dan pengaruh gender) pada computer dan teknologi online.

Beberapa teori telah berpendapat bahwa Internet adalah menghancurkan kelompok-kelompok masyarakat dan asosiasi suka rela yang diperlukan untuk proses demokrasi untukberhasil (Putnam, 2000; Turkle, 1996). Demikian juga, internet bisa melemahkan legitimasi proses pemerintahan, dengan mendorong penyebaran kecil, 'Net-savvy' khusus komunitas bunga yang bisa mengejar agenda sempit mereka pada biaya kesejahteraan bersama masyarakat (Starobin, 1996). Kualitas dan validitas material yang dilaporkan di Internet juga semakin bermasalah, menyebabkan kekhawatiran tentang korupsi atau penghinaan terhadap pemilu, dan penurunan konsekuen dalam partisipasi politik. Fallows (2000) berpendapat bahwa sebagian besar dampak prediksi Internet pada politik belum muncul. Namun, dua perubahan sudah signifikan.Yang pertama adalah mengurangi wakt uuntuk perubahan dalam pendapat yang berlaku dan narasi media. Yang kedua adalah bahwa ekonomi jaringan telah mendorong lebih dan lebih terkonsentrasi konglomerat media yang menggunakan bandwidth konvergen, sebagai perusahaan multinasional berusaha untuk mendapatkan kontrol atas saluran pengiriman konten multimedia

Contohnya : Pada saat ini para parpol sedang berlomba-lomba memamerkan para anggotanya yang akan maju dalam pemilu mendatang. Para calon legislatif (caleg) tersebut saat ini masih menggunakan media poster yang terpampang di ruas jalanan dari pada menggunakan media internet. Kurangnya kemampuan dari para caleg tersebut mengolah internet yang menjadi media baru mengakibatkan penempelan poster serta baliho di ruas jalanan. Ini menjadi bukti yang jelas bahwa dalam politik di Indonesia masih belum sepenuhnya menggunakan new media (internet).
Internet dan interaksi sosial serta internet sebagai “forms of expression” dalam perspektif pesimis dan perspektif optimis :

a. Forms of expression dariperspektifpesimis:
Perspektif ini menyatakan bahwa teknologi CMC terlalu internet bertentangan dengan hakikat kehidupan manusia, dan terlalu terbatas teknologi untuk hubungan yang bermakna untuk membentuk (Stoll, 1995). Dengan demikian, dunia maya tidak bisa menjadi sumber persahabatan bermakna (Beniger, 1988). Komunikasi melalui komputer dapat mendorong 'eksperimen' (seperti berbohong kepada orang lain yang tidak bisa langsung tahu apa sebenarnya) tentang identitas seseorang dan kualitas.
Kebebasan seseorang berekspresi di Internet adalah predator lain dan keji, terutama ketika pengguna adalah anak-anak (Schroeder dan Ledger, 1998). Tapscott (1997) mengidentifikasi beberapa kelemahan kemungkinan individualitas meningkat dan interaktivitas yang disediakan untuk pengguna muda dengan internet, seperti pemutusan dari lembaga formal, representasi menyesatkan dan berbahaya dari informasi dan identitas, menyala, overload, kurangnya evaluasi oleh gatekeeper informasi, dan penekanan pada jangka pendek.

b. Forms of expression dariperspektifoptimis:
Perspektif optimis semakin melihat internet sebagai media interaksi sosial. Sejumlah studi kasus dari CMC telah menunjukkan bahwa 'sosial' adalah lem penting yang mengikat bersama-sama tugas berorientasi aspek CMC, dan dalam beberapa kasus bahkan digantikannya mereka (Rice, 1987b) . Baym merangkum satu dekade penelitian mengungkapkan bahwa sebagai 'cara di manaorang telah disesuaikan jaringan komersial dan non komersial menunjukkan bahwa CMC tidak hanyacocok untuk penggunaan sosial tetapi, pada kenyataannya, sebuah situs untukjumlah yang tidakbiasa kreativitas sosial' (1995 : 160).
(1999) studi etnografi Hamman menyimpulkan bahwa komunikasi internet melengkapi dunia nyata hubungan, dan Wellman danGuliaini (1999a) review penelitianpadakomunitas internet menyatakan bahwa hubungan secara offline dapat diperkuat serta melemah. Survei yang dilakukan oleh Taman dan rekan menemukan bukti intim dan berkembang dengan baik hubungan online, yang sering menimbulkan interaksi dunia nyata, meskipun frekuensi dan durasi hubungan online cenderung lebihpendek (Taman dan Roberts, 1998), dan melibatkan isu-isu yang melampaui masyarakat internet (Taman dan Floyd, 1996).

Categories:

Leave a Reply