Dini Luthfiatsari

Culture Studies and Communication Technology
Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New
Media : Social Shaping and Social Consequences of ITCs, Sage Publication Ltd.
London.

Bab ini mempelajari bagiamana Culture Study mempengaruhi Communication Technology. Culture study merupakan karakteristik ilmu yang memahami realita yang ada. Bagaimana teknologi berpengaruh terhadap budaya-budaya yang ada. Seperti kita ketahui culture study merupakan bagaimana kita mempelajari budaya. Budaya terlahir sejak zaman nenek moyang yang sampai saat ini budaya terus ada dan dilestarikan didalam kehidupan kita. Culture study secara tidak langsung menggubah gaya hidup kita. Perlahan tapi pasti budaya yang dahulu tradisional, seiring berkembangnya dengan waktu saat ini kita telah terpaku oleh teknologi yang ada. Teknologi saat ini memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia. Mulai dari mengakses, mendapatkan berbagai macam informasi, berita, pengetahuan, sampai urusan akademik kini telah dipengaruhi oleh keberadaan teknologi.
Ciri dari culture study itu, bukan hanya menggambarkan dengan detail, tetapi juga mengaitkan dengan yang lain. Melihat segala sesuatunya lebih luas.

Contohnya kehadiran anak punk yang sering kita lihat disekitar kita. Mereka berdandan dengan penampilan yang sanggar. Secara tidak langsung kita melihat hal tersebut tidak pantas, karena mereka cenderung ugal-ugalan di jalanan. Tetapi di mata mereka, inilah symbol dimana mereka merasakan kebebasan berekspresi melalui pakaian dan gaya hidup mereka. Mereka menunjukannya sebagai identitas diri.

Topik yang menarik dalam pembahasan bab ini adalah tentang politik, identity, dan space. Politik, membahas tentang demokrasi, gender. Dale spender (1996) percaya bahwa gender pengguna akhirnya akan membuat dirinya dikenal. Dimana gender dalam suatu media diperlukan, karena menjadi identitas para penggunanya. Identity dan space, memberikan kelonggaran bagi para penggunanya mengakses sekaligus memberikan tempat bagi para user. Teknologi tidak hanya memberikan fasilitas kepada semua, akan tetapi memberikan identitas pada pengguna
Read More …

New Media and Small Group Organizing, Andrea B. Hollingshead and Noshir S. Contractor

Dalam bab ini, kita mempelajari bagaimana teknologi/media mempengaruhi pekerjaan orang-orang/sekelompok orang. Dengan kemajuan teknologi membuat kelompok menjadi berubah. Teknologi bukan hanya merubah konsep dari kelompok, yang semula ditentukan dengan berbagai ketentuan, disisi lain, teknologi juga memberikan akses informasi yang tiada batas, memudahkan para anggotanya mengakses dimanapun, dan kapanpun. Seperti kita ketahui, pada zaman dahulu dalam struktur organisasi masyarakat tradisional diharuskan untuk para anggotanya bertemu secara langsung (bertatap muka) dan mendiskusikan dengan rapat secara formal di waktu dan tempat yang telah di tentukan. Lain halnya dengan masyarakat modern yang dibentuk oleh teknologi, mereka memanfaatkan teknologi yang ada untuk kepentingan kelompoknya. Dengan kemajuan teknologi yang ada, membentuk kelompok tersebut tidak ada keterbatasan waktu, tempat, dan bisa bertatap muka secara tidak langsung, meskipun jarak satu sama lain jauh.

Kemajuan teknologi mempengaruhi karakteristik anggota kelompok. Yang mulanya kelompok formal dengan adanya struktur organisasi di dalamnya, kini menjadi flesibel seiring kemajuan teknologi, karena adanya kesamaan minat dari para anggotanya terbentuklah kelompok-kelompok yang tercipta karena adanya teknologi. Contohnya dalam kaskus.co.id, di dalam website tersebut para anggotanya mempunyai kesamaan minat. Melalui kaskus.co.id, para anggotanya berbagi informasi, berita, bahkan terdapat juga forum jual-beli didalamnya. Kaskus.co.id merupakan salah satu wadah dari kelompok yang telah dipengaruhi oleh adanya teknologi yang ada saat ini.
McGrath dan Hollingshead (1993,1994) mengklasifikasikan empat katagori sistem untuk komunikasi melaui teknologi untuk mendukung di dalam kelompok, diantaranya :

1. GCSS (Group Communication Support Systems)
Merupakan bentuk komunikasi yang mendukung di dalam grup tersebut. Dalam hal ini komunikasi berbentuk audio, ataupun visual.
2. GISS (Group Information Support Systems)
Suatu teknologi pendukung, yang merupakan informasi bisa berupa database, intranet, dalam penyajiannya.
3. GXSS (Group External Support Systems)
Suatu teknologi pendukung yang memungkinkan berkomunikasi di luar kelompok.
4. GPSS (Group Performance Support Systems)
Mendukung performance dalam suatu sistem.

Dalam perkembanggannya, media banyak menyajikan berbagai macam hal. Kita selalu dimanjakan dengan kemudahan media akhir-akhir ini. Ada baiknya sebagai pengguna media yang bijak kita bisa lebih memilih media mana yang kita butuhkan, sesuai dengan umur kita masing-masing. Seperti yang dikatakan oleh ‘Short et al. (1976) proposed the social presence model to predict which media individuals will use for certain types of interaction’.

Dari pernyataan Short tersebut, ia memprediksi bagaimana orang akan menggunakan media sesuai dengan kebutuhannya. Tidak dipungkiri saat ini media telah menjajah semua kalangan. Mulai dari yang muda, hingga yang tua. Ini dikhawatirkan tidak adanya lagi keterbatasan mengakses situs manapun untuk kalangan siapapun. Oleh sebab itu, pendidikan internet sehat bagi siswa sekolah, sangat diperlukan. Menginggat masih banyaknya orang yang belum bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar.
Read More …

Review chapter 4 : Perspective on Internet Use: Access, Involvement an Interaction - Akses keterlibatan dalami nteraksi pengguna internet mengalami pertubuhan yang sagat pesat. Dalamperkembangannya, internet memberikan akses tiada batas bagi para penggunanya. Perhatian mendasar pertama adalah tentang akses, termasuk: siapa yang memiliki atau tidak memiliki akses ke internet, apa motivasi orang untuk menggunakan internet, hambatan/kendala apa yang ada untuk menggunakan internet, dan apa yang menjadi ciri orang-orang yang berhenti menggunakan internet (Katz dan Aspen).

Teknologi memberi dampak positif dan negative yaitu, kemudahannya dalam mengakses, sekaligus juga bisa menghalangi aksesnya. Hal ini, menimbulkan dua perspektif terhadap akses computer/internet.Yaitu, perspektif pesimis dan perspektif optimis.

Pesimis metentang akses internet berasal dari kekhawatiran tentang akses yang tidak sebanding, dan dengan demikian keuntungan yang tidak sebanding yang berasal dari manfaatnya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa warga minoritas seperti orang Afrika-Amerikadan non-Hispanik kulit putih sangat jauh dari mungkin untuk memiliki computer pribadi di rumah dan memiliki akses internet yang sangat sedikit dibandingkan warga kulit putih dan Asia dan denga ndemikian beberapa dari mereka (Africa&Non-White Hispanic) kehilangan kesempatan untuk menggunakan internet (neu et. Al, 199). Ada juga, perbedaan penggunaan di mana orang-orang terdidik menggunakan komputer untuk urusan pekerjaan, usaha pribadi, pendidikan dan alasan lain sedangkan mereka dengan pendidikan yang kurang dan juga generasi muda yang menggunakan computer hanya sekedar untuk hiburan dan atau untuk pendidikan computer (kursus).

Perspektif optimis tentang akses internet, memberikan akses yang tiada batas bagi para penggunanya, tidak memandang siapapun, dimanapun, dan kapanpun.Perkembangan internet memudahkan bagi para penggunanya.

Contohnya :

Kehadiran internet di kalangan masyarakat dengan segala kecanggihannnya membuat kita tekagum-kagum akan kemudahannya dalam mengakses segala informasi. Tetapi di sisilain dampak penggunaan internet, mempunyai sisi positif dan negative. Dalam hal ini sisi positif internet memberikan segala pengetahuan, informasi, memudahkan bagi penggunanya untuk mengakses berbagai macam content yang terdapat di internet, selain itu penggunaan internet kini telah dipermudah dalam mengaksesnyadimanpun dan kapanpun, tidak heran internet saat ini menjadikan kebutuhan bagi kehidupan manusia karena dengan berbagai kemudahannya dan kecanggihannya. Tetapi, tidak semua konten dalam internet memberikan dampak positif bagi masyarakat, penggunaan internet juga harus lebih jeli dalam mengaksesnya. Bagi orang dewasa mungkin sudah bisa lebih bijak dalam memilih, mengakses berbagai konten dalam internet.Tetapi bagi anak-anak yang baru belajar pengunaan internet harus diberikan arahan agar bijak dalam penggunaanya. Dalam hal ini dampak negative bagi anak-anak sangat berpengaruh dalam perkembangan kepribadian anak. Misalnya game online yang menyajikan berbagai adegan kekerasan. Apabila anak terus menerus bermain game online tersebut, dampaknya apabila anak sedang emosi mencontoh berbagai adegan kekerasan dalam game tersebut, bahkan bisa melakukannya dengan teman sebayanya. Di Indonesia, kerap terjadi hal demikian. Oleh sebab itu peran orang tua dalam mendidik anak agar bijak menggunakan internet sangatlah diperlukan.

Rojas et.al (2004) mengidentifikasi adanya penyebab lain yang mempengaruhi kesenjangan penggunaan media digital, seperti keterkaitan antara ekonomi, budaya, etnis, jenis kelamin dan usia. Seringkali, individu yang berada dalam suatu persaingan atau suatu lingkungan yang berpengaruh (sepertikeluarga, teman, lingkungan sekitar, pendidikan dan pengaruh gender) pada computer dan teknologi online.

Beberapa teori telah berpendapat bahwa Internet adalah menghancurkan kelompok-kelompok masyarakat dan asosiasi suka rela yang diperlukan untuk proses demokrasi untukberhasil (Putnam, 2000; Turkle, 1996). Demikian juga, internet bisa melemahkan legitimasi proses pemerintahan, dengan mendorong penyebaran kecil, 'Net-savvy' khusus komunitas bunga yang bisa mengejar agenda sempit mereka pada biaya kesejahteraan bersama masyarakat (Starobin, 1996). Kualitas dan validitas material yang dilaporkan di Internet juga semakin bermasalah, menyebabkan kekhawatiran tentang korupsi atau penghinaan terhadap pemilu, dan penurunan konsekuen dalam partisipasi politik. Fallows (2000) berpendapat bahwa sebagian besar dampak prediksi Internet pada politik belum muncul. Namun, dua perubahan sudah signifikan.Yang pertama adalah mengurangi wakt uuntuk perubahan dalam pendapat yang berlaku dan narasi media. Yang kedua adalah bahwa ekonomi jaringan telah mendorong lebih dan lebih terkonsentrasi konglomerat media yang menggunakan bandwidth konvergen, sebagai perusahaan multinasional berusaha untuk mendapatkan kontrol atas saluran pengiriman konten multimedia

Contohnya : Pada saat ini para parpol sedang berlomba-lomba memamerkan para anggotanya yang akan maju dalam pemilu mendatang. Para calon legislatif (caleg) tersebut saat ini masih menggunakan media poster yang terpampang di ruas jalanan dari pada menggunakan media internet. Kurangnya kemampuan dari para caleg tersebut mengolah internet yang menjadi media baru mengakibatkan penempelan poster serta baliho di ruas jalanan. Ini menjadi bukti yang jelas bahwa dalam politik di Indonesia masih belum sepenuhnya menggunakan new media (internet).
Internet dan interaksi sosial serta internet sebagai “forms of expression” dalam perspektif pesimis dan perspektif optimis :

a. Forms of expression dariperspektifpesimis:
Perspektif ini menyatakan bahwa teknologi CMC terlalu internet bertentangan dengan hakikat kehidupan manusia, dan terlalu terbatas teknologi untuk hubungan yang bermakna untuk membentuk (Stoll, 1995). Dengan demikian, dunia maya tidak bisa menjadi sumber persahabatan bermakna (Beniger, 1988). Komunikasi melalui komputer dapat mendorong 'eksperimen' (seperti berbohong kepada orang lain yang tidak bisa langsung tahu apa sebenarnya) tentang identitas seseorang dan kualitas.
Kebebasan seseorang berekspresi di Internet adalah predator lain dan keji, terutama ketika pengguna adalah anak-anak (Schroeder dan Ledger, 1998). Tapscott (1997) mengidentifikasi beberapa kelemahan kemungkinan individualitas meningkat dan interaktivitas yang disediakan untuk pengguna muda dengan internet, seperti pemutusan dari lembaga formal, representasi menyesatkan dan berbahaya dari informasi dan identitas, menyala, overload, kurangnya evaluasi oleh gatekeeper informasi, dan penekanan pada jangka pendek.

b. Forms of expression dariperspektifoptimis:
Perspektif optimis semakin melihat internet sebagai media interaksi sosial. Sejumlah studi kasus dari CMC telah menunjukkan bahwa 'sosial' adalah lem penting yang mengikat bersama-sama tugas berorientasi aspek CMC, dan dalam beberapa kasus bahkan digantikannya mereka (Rice, 1987b) . Baym merangkum satu dekade penelitian mengungkapkan bahwa sebagai 'cara di manaorang telah disesuaikan jaringan komersial dan non komersial menunjukkan bahwa CMC tidak hanyacocok untuk penggunaan sosial tetapi, pada kenyataannya, sebuah situs untukjumlah yang tidakbiasa kreativitas sosial' (1995 : 160).
(1999) studi etnografi Hamman menyimpulkan bahwa komunikasi internet melengkapi dunia nyata hubungan, dan Wellman danGuliaini (1999a) review penelitianpadakomunitas internet menyatakan bahwa hubungan secara offline dapat diperkuat serta melemah. Survei yang dilakukan oleh Taman dan rekan menemukan bukti intim dan berkembang dengan baik hubungan online, yang sering menimbulkan interaksi dunia nyata, meskipun frekuensi dan durasi hubungan online cenderung lebihpendek (Taman dan Roberts, 1998), dan melibatkan isu-isu yang melampaui masyarakat internet (Taman dan Floyd, 1996).
Read More …

Sejarah Perkembangan Teknologi Komunikasi - Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Kebutuhan komunikasi diantara manusia merupakan kebutuhan yang mendasar sebagai makhluk sosial. Kita pasti masih menginggat pada zaman dahulu komunikasi masih menggunakan surat menyurat.

Seiring berjalannya waktu, teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Munculnya telepon yang diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1877 menjadi tumpuan perkembangan teknologi di dunia. Dengan telepon yang diciptakan Alexander Graham Bell, memudahkan komunikasi antara satu dengan yang lain.

Telepon yang dahulu hanya berupa telepon rumah yang menggunakan kabel, lambataun kini berubah menjadi telepon genggam yang kita bisa bawa kemana-mana. Tidak sampai disitu saja, teknologi berkembang dan merubah telepon seluler kini lebih canggih.

Setelah itu pada tahun 1973 – 1990 istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper tentang TCP/IP. Internet (interconnected networking)yang bisa di artikan sebagai rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Rangkaian pusat yang membentuk internet diawali pada 1969 sebagai ARPANET yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency) dan teknologi komunikasi ini pun selalu berkembang seiring berjalannya waktu sampai saat ini.

Dengan internet kita bisa menemukan berbagai macam hal. Dengan hanya sekali sentuh, internet memberikan jawaban. Kemunculan internet pada saat ini membentuk berbagaimacam jejaringsosial. Mulai dari facebook, twitter, blog, skype dan masih banyak lagi media sosiallainnya.

Media sosial menjadi salah satu alat komunikasi yang sangat praktis. Media sosial menjadi sebuah media online yang memudahkan para penggunanya berpartisipasi, bertukar pikiran, berbagi, bahkan menciptakan media sosial baru. Kita dapat berkomunikasi dengan orang lain, walaupun dengan jarak yang sangat jauh sekalipun.

Sebagai masyarakat, kita harus dengan bijak menggunakan berbagai macam media sosial yang ada. Karena secara tidak langsung media sosial memberikan dampak positif dan negatif.
Read More …